Senin, 23 Maret 2009


tanpa judul

Sebuah tubuh tanpa jiwa Berkelana dan mengembara Mencari setitik makna Kehidupannya di dunia Sebentuk jiwa yang lelah terbentuk Di satu sisi ruang kehidupan Apalah gunanya mengutuk Bila pada akhirnya, kehidupan jua-lah yang menang Engkau adalah sebentuk bintang kehidupan yang terang Menerangi semesta alam, meski kadang lelah mendera Engkau adalah setitik nafas kehidupan Yang tak jua kan padam.. Aku duduk disini, diam menanti Mencoba mengerti dan merubah diri Tapi kadang terlalu lemah jiwa ini Untuk mencoba mengerti dan hanya bisa menangis pasti Andaikan ada secercah sinar harapan diluar sana Yang bisa kuraih, kapan saja Mungkin aku bisa merasa sedikit senang dan bahagia Tanpa terselimuti awan kelabu hitam.. Mungkin aku Cuma butuh waktu Agar tidak lagi letih dan tidak lagi sedih Dan kurasa ini juga masih soal waktu Karena dalam sedih, ia berbisik dan menangis Aku butuh kau…

saatnya

mungkin tlah tiba waktumu menepi seusai lonceng upacara layu merapatkan perahu di pantai ketenangan lalu mengabaikan resah gelisah ombak
kau kan memilih sendiri dalam labirin dan berhala bisu meninggalkan pemuja-pemuja setiamu insafi hati akan jalan Nya

itu kehendakmu meski kutak sepaham karna kau mengabaikan janji persahabatan seperti mentari mengabaikan janji ke bumi ketika sinarnya terhalang rembulan

masih ada waktuku menguraikan kalimat terakhir dalam desiran sajak angin mencoba menawar keputusanmu

sahabat

saat niat sudah dilafalkan saat langkah sudah diderapkan tak badai mampu menghempaskan tak hujan mampu menyurutkan tak halilintar mampu meluluhlantakkan tak jua samudra mampu memadamkan Saat tekadmu telah terpatri mati di hati Kami, sahabatmu.. Hanya mohon peribaanmu Aku tak rela kau meninggalkan rumahmu Rumah tempat sama2 kita berbagi waktu
Berbagi puisi, canda dan cerita Dalam sejuta makna Ingatlah sahabatku Saat ini. Nanti. Selamanya sampai ujung waktu Kau tetap sahabatku.

PUISI PERPISAHAN

seribu hari lebih terjajaki ada banyak senyum tecipta diantara riangnya siang diantara tawa gejolak remaja di sini.... tempat berteduhnya patriot muda tempat menuang segala cita seperti abu putih bajunya seperti merah putih semangatnya setelah lama merenda hari mengusung mimpi berat terasa kami lepaskan Selamat tinggal cerita indah perpisahan bukanlah kehilangan hanya batas tipis antara kisah dan kenangan Selamat berjuang anakku kobarkan semangat kebenaran di dadamu jalan panjang yang masih terbentang menanti pijakkan kokoh kakimu berlarilah menggapainya melajulah...

love

MENGIKHLASKAN CINTA

Ditiap relung masih tersisip jelas bayanganmu..
Kerinduan menyapa dengan sejuta pancaran nirwana…
Bahasa lidah berisyarat mengaharap kehadiranmu..
menjadi sebuah pelabuhan saat hati’Q tak menemukan dermaga….

namun….
sebisa diriku menguatkan hati…
tuk menahan asa yang tak mungkin terwujud…
saat menyaksikan bayang itu tlah menghilang di pekatnya malam…

walau harus’Q teteskan…
bening air mata yang berkaca-kaca…
mengalir membasuh wajahku yang layu….
hingga menyentuh bibirku…
tapi aku tetap tersenyum untukmu…dan berkata “pergilah kau tuk slamanya”.

email friendster: Chacha_era@yahoo.co.id


LUKA HATIKU

mengapa kau slalu membuat qu menangis
slama ini aku slalu ada buat mu
Namun kau seakan tak perduli dengan
kasih sayang dan cinta yang qu berikan padamu
munkin aku hanya sebagai bonekamu
yang bisa kau permainkan

kau Telah membuat luka yang teramat dalam
aku tak menyangka kau akan membuat luka
luka yang teramat dalam ini dihatiku

Catatan Lelah

lelah adalah
kopi yang tumpah
dingin tak tersentuh
di tepi tatakan

lelah adalah

huruf yang terseka


saat embun di jendela

bercinta dengan cahaya

lelah adalah

saat tatapan mata

ingin berteduh

dalam bayang rembulan

sempurnakanlah lelahku

dalam lelap mimpimu


Puisi CintA

masih adakah cinta untukku??
kucoba temukannya
kujelajah setiap sudut
kuintip setiap celah
hampa,bisu waktu tertawa

hati menjerit
hanya terdengar olehku
sepi terkubur diri
lirih menahan perih
terjepit suasana

tergapai dalam lelah
menari dalam siksaan jiwa
sesak,ingin meledak
kutahan dalam rasa
meraih asaku dalam mimpi

terbangun dari derita
tertanam di kedukaan
bermain dengan lara
dalam rindu cinta
kutitip salam ini
selamatkan aku
karena cintamu.....


puisi perpisahan



Biarkan masa lalu lepas

Untaian waktu tak lagi kembali
Doa saja tinggal kini
Insafi hati akan Jalan-Nya
Asa dan pilu kian padu
Nodai hati hadirkan duka
Teringat tiada pergi tanpa kenangan
Oh perpisahan hantui setiap insan
Dari relung hati terbersit
Untuk hidup begitu hanyut itu
Andai segala daya kumiliki
Aku ingin hidup lebih berarti

Minggu, 22 Maret 2009


kini kau pergi jauh
hingga tanganku tak mampu memelukmu
hingga kakiku tak mampu mengejarmu
hingga mataku tak mampu menatapmu
hingga teriak panggilku tak mampu kau dengar

ijinkan aku menangis ya
biarlah airmata ini jadi samudra
mengantarku berenang mencarimu

"tapi surga itu ada dilangit?"

Selasa, 17 Maret 2009

Ditelan Malam…
Adakah kebencian yang telah kamu रसकनAtaukah rasa kecewa penuh harapanTelah membuat semua menjadi beku॥Mungkinkah kebekuan akan mencairDalam suasana dingin berselimutkan kangenYang lenyap ditelan malam…kemudian menjelma menjadi benci…dan akankah kebencian itu telah membatu..Walau rasa kangen tetap ada…Itu semua adalah nyataAda dalam diri setiap insan yang di tinggal pergi… tanpa sepatah kata yang mewakili
Sehingga aku tidak merasakan

Senin, 02 Maret 2009

LOVE

berani untuk sakit…
berani untuk menerima…
berani untuk kehilangan…dan
berani untuk melepaskan adalah CINTA…
karena CINTA bukanlah cinta !!!
CINTA adalah KESANGGUPAN !
CINTA adalah KEIKHLASAN !
CINTA jauh lebih dalam melihat dari kedalaman nafsu..
lebih agung dari kebesaran amarah…
lebih bijaksana dari murkadan lebih dari rasa memiliki…
semua orang punya rasa cintatapi…
tidak semua memiliki CINTA !!!

puisi


PERSAHABATAN

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.

Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.

Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.

Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.