
Senin, 23 Maret 2009



PUISI PERPISAHAN
seribu hari lebih terjajaki ada banyak senyum tecipta diantara riangnya siang diantara tawa gejolak remaja di sini.... tempat berteduhnya patriot muda tempat menuang segala cita seperti abu putih bajunya seperti merah putih semangatnya setelah lama merenda hari mengusung mimpi berat terasa kami lepaskan Selamat tinggal cerita indah perpisahan bukanlah kehilangan hanya batas tipis antara kisah dan kenangan Selamat berjuang anakku kobarkan semangat kebenaran di dadamu jalan panjang yang masih terbentang menanti pijakkan kokoh kakimu berlarilah menggapainya melajulah...
love
Ditiap relung masih tersisip jelas bayanganmu..
Kerinduan menyapa dengan sejuta pancaran nirwana…
Bahasa lidah berisyarat mengaharap kehadiranmu..
menjadi sebuah pelabuhan saat hati’Q tak menemukan dermaga….
namun….
sebisa diriku menguatkan hati…
tuk menahan asa yang tak mungkin terwujud…
saat menyaksikan bayang itu tlah menghilang di pekatnya malam…
walau harus’Q teteskan…
bening air mata yang berkaca-kaca…
mengalir membasuh wajahku yang layu….
hingga menyentuh bibirku…
tapi aku tetap tersenyum untukmu…dan berkata “pergilah kau tuk slamanya”.
email friendster: Chacha_era@yahoo.co.id

LUKA HATIKU
mengapa kau slalu membuat qu menangis
slama ini aku slalu ada buat mu
Namun kau seakan tak perduli dengan
kasih sayang dan cinta yang qu berikan padamu
munkin aku hanya sebagai bonekamu
yang bisa kau permainkan
kau Telah membuat luka yang teramat dalam
aku tak menyangka kau akan membuat luka
luka yang teramat dalam ini dihatiku
Puisi CintA
masih adakah cinta untukku??
kucoba temukannya
kujelajah setiap sudut
kuintip setiap celah
hampa,bisu waktu tertawa
hati menjerit
hanya terdengar olehku
sepi terkubur diri
lirih menahan perih
terjepit suasana
tergapai dalam lelah
menari dalam siksaan jiwa
sesak,ingin meledak
kutahan dalam rasa
meraih asaku dalam mimpi
terbangun dari derita
tertanam di kedukaan
bermain dengan lara
dalam rindu cinta
kutitip salam ini
selamatkan aku
karena cintamu.....
puisi perpisahan
Biarkan masa lalu lepas
Untaian waktu tak lagi kembali
Doa saja tinggal kini
Insafi hati akan Jalan-Nya
Asa dan pilu kian padu
Nodai hati hadirkan duka
Teringat tiada pergi tanpa kenangan
Oh perpisahan hantui setiap insan
Dari relung hati terbersit
Untuk hidup begitu hanyut itu
Andai segala daya kumiliki
Aku ingin hidup lebih berarti
Minggu, 22 Maret 2009
Selasa, 17 Maret 2009
Adakah kebencian yang telah kamu रसकनAtaukah rasa kecewa penuh harapanTelah membuat semua menjadi beku॥Mungkinkah kebekuan akan mencairDalam suasana dingin berselimutkan kangenYang lenyap ditelan malam…kemudian menjelma menjadi benci…dan akankah kebencian itu telah membatu..Walau rasa kangen tetap ada…Itu semua adalah nyataAda dalam diri setiap insan yang di tinggal pergi… tanpa sepatah kata yang mewakili
Senin, 02 Maret 2009
puisi
PERSAHABATAN
Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.





